News Ticker

Menu

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 15 November 2015

Candi Singosari

Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari kota Malang jaraknya sekitar 12 km, lokasinya tidak jauh dari pasar Singosari dan hanya sekitar 500 meter dari jalan raya Malang-Surabaya. Jadi untuk menuju Candi Singosari sangat mudah.Candi Singosari dibangun pada awal abad ke-14, bertepatan dengan upacara sraddha yaitu untuk memperingati 12 tahun setelah wafatnya Kertanegara, yakni raja Singosari terakhir yang wafat pada tahun 1292M. Memerintah Kerajaan Singosari dari tahun 1268-1292 M

Candi Singosari merupakan candi bersejarah peninggalan kerajaan Singhasari sebagai bagian dari candi Hindu & Budha. Candi Singosari ditemukan pada awal abad 18, yaitu sekitar tahun 1800-1850. Candi ini terdiri dari tumpukan batu andesit dengan bentuk bujur sangkar di bagian bawah dan badan candi pada bagian atasnya. Secara keseluruhan candi ini memiliki ketinggian 15 meter. 


Pada dinding candi tidak banyak terdapat ukiran relief, tetapi ada ukiran relief terlihat  menonjol yaitu pahatan kepala kala yang berada diatas pintu masuk dan di keempat sisi candi. Bentuknya menyeramkan dengan mulutnya yang  bertaring menganga dan mata besarnya melotot tajam, seolah mengawasi setiap orang yang datang dan siap menjaga bangunan candi.Di bagian dalam Candi Singosari terdapat sebuah ruangan yang digunakan untukmenempatkan sebuah arca Lingga dan Yoni. Sedangkan pada tiap sisinya terdapat arca Ganesha di sebelah timur, arca Resi Agastya di sisi selatan, dan arca Durga di sisi sebelah utara, sayang arca-arca yang ada hanya tinggal arca Agastya, sedangkan yang lain sudah tidak ada.secara keseluruhan Candi Singosari sebenarnya sebuah komplek Candi, ada beberapa bagian diantaranya arca-arca yang posisinya ada di luar. Seperti Arca Dwarapala yang cukup besar, letaknya cukup jauh dari candi utama, bahkan sekarang lokasi di pisahkan jalan raya, posisinya ada di sebelah barat bangunan utama candi Singosari.

Tumpak Sewu


Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.

Rute untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini dapat melalui Kota Malang – Jawa Timur yang kira-kira memerlukan waktu 2 jam 30 menit dari Kota Malang menuju Lumajang melalui Bululawang - Dampit - Tirtomoyo - Pronojiwo, kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini. Sama halnya seperti menuju lokasi Air Terjun Goa Tetes, rute menuju Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dapat dilalaui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Medan menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) masih terbilang sulit dan terjal pasalnya wisata ini tergolong baru di Kab. Lumajang dan untuk wisatawan dimohon untuk berhati-hati dan menaati peraturan yang telah diterapkan oleh pengelola tempat wisata karena Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini sudah memakan korban jiwa. Dahulu, sebelum wisata air terjun Tumpak Sewu dibuka, Goa Tetes merupakan satu-satunya destinasi wisata di lokasi ini.
Pemandangan dari atas maupun dari bawah akan terlihat sama indahnya untuk memandangi Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, trip-er semua harus ekstra hati-hati bila ingin turun karena medannya sangat licin dan berbahaya, jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sedang mendung atau sudah sore. Trip-er semua masih bisa menyaksikan pemandangan Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dari atas yang juga tidak kalah keren. Bener-bener seperti “Serpihan Surga” di bumi Lumajang.

Air Terjun Nglirip

Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya.  Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu.

Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.
Terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.
Berjarak sekitar 36 km dari pusat kota Tuban.  Letaknya pun tak jauh dari jalan raya yang sudah beraspal sehingga tidak sulit untuk mencapinya baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jenis colt.

Coban Rondo

Coban Rondo merupakan salah satu potensi wisata alam yang dimiliki kawasan Malang, tepatnya berada di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Kab. Malang, Propinsi Jawa Timur. Disini hawanya sejuk dan bahkan bisa di katakan dingin untuk Anda yang kurang terbiasa dengan suhu dingin.

Air Terjun Coban Rondo mempunyai ketinggian kurang lebihnya sekitar 84 m dan terdapat di ketinggian 1.135 meter jika dari permukaan air laut. Airnya berasal dari sebuah sumber yang terdapat di Cemoro Dudo, kawasan lereng Gunung Kawi dengan kapasitas air 150 liter tiap detik ketika musim hujan dan sekitar 90 liter tiap detik sewaktu musim kemarau. Curah hujan rata-rata adalah 1.721 mm/th, bulan basah pada bulan November sampai dengan bulan Maret dan untuk bulan kering pada bulan April sampai dengan bulan Oktober dengan suhu rata-rata lebih dari - 22°C.

Sebelum namanya menjadi Coban Rondo, sebenarnya di atasnya lagi terdapat air terjun kembar yang sering disebut dengan nama Coban Manten. Kemudian mengalir ke bawah lagi, air terjun itu menjadi satu dengan Coban Dudo. Uniknya lagi, Coban Dudo tersebut yang mengalir ke bawah lagi sehingga menjadi Coban Rondo. Dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata di Malang yang cukup populer.

Kawah Ijen


Wisata alam di Jawa Timur yang tak kalah mempesonanya dari Gunung Bromo adalah Kawah Ijen. Kawah Ijen – atau Gunung Ijen – terletak di tiga kabupaten, yaitu: Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang. Para pengunjung dapat melihat para penambang membawa tumpukan belerang melewati jalan yang curam dan dipenuhi gas beracun. Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah yang terbesar di dunia. Danau kawah ini memiliki keindahan yang sungguh memukau dengan warnanya yang hijau tosca dan api biru. Panorama memikat ini dapat disaksikan di malam hari hingga menjelang subuh. Di balik keindahannya, danau kawah ini pun menyimpan bahaya. Danau dengan kedalaman 200 meter ini memiliki derajat keasaman nol yang dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Gunung Semeru

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa, secara geografis letak gunung ini berada di dua wilayah administratif, yaitu wilayah Kab Malang dan Lumajang. Dengan posisi antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.Gunung Semeru memiliki puncak ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Mahameru adalah sebutan untuk puncaknya dan Jonggring Saloko adalah nama kawahnya.Gunung Semeru adalah gunung jenis stratovolcano aktiv yang berada didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kawasan ini berada dilahan seluas 50.273,3 Hektar. selain keindahan panorama alamnya, taman nasional ini juga kaya akan budaya (suku tengger). Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.Tanah tertinggi di pulau Jawa, Ranu Kumbolo, Soe Hok Gie, dan Film 5 cm. mungkin inilah beberapa kata yang terlintas dalam pikiran saat ini ketika kamu mendengar kata “Semeru”. Kata-kata itu seolah memiliki daya magnet tersendiri bagi pendengarnya yang tidak hanya terbatas pada kelompok pencinta alam maupun traveller.

Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo adalah destinasi wisata yang dikenal luas, baik dari wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat wisata Gunung Bromo disukai para wisatawan. Di puncak Bromo, Anda dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam (sunset), salah satu yang paling memikat di Indonesia.Gunung Bromo adalah salah satu bagian yang membentuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memiliki ketinggian 2.392 meter dpl. Gunung ini merupakan gunung api aktif, dikeliling lautan pasir seluas 10 km2. Secara administratif, Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2º hingga 20º Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di salah satu tempat paling menarik di Jawa Timur ini. Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata ke Gunung Bromo adalah pada medio Juni – Oktober. Periode bulan ini adalah musim kemarau di daerah Gunung Bromo.