Salah satu Goa yang cukup kondang di Pacitan selain Goa Gong adalah Goa Tabuhan. Letaknya di desa Bomo Kecamatan Punung, Pacitan. Sebenarnya sangat mudah untuk mencapai tempat ini karena satu jalan dengan pantai Klayar dan Goa Gong. Dari Pacitan kota kita tinggal jalan saja ke arah Solo (Raya Pacitan-Solo) sekitar 16 km sampai menemukan jalan punung goa gong di sebelah kiri (acuannya sebelum SPBU), karena Goa Tabuhan ini cukup terkenal jadi jangan kuatir tersesat, ngga begitu jauh dari Goa Gong, cuma berjarak sekitar 30 menit perjalanan naik mobil.
Karena Goa Tabuhan ini paling mudah di jangkau dan paling luar, maka saya kunjungi paling akhir. Cukup membayar tiket masuk 5rb/orang dewasa dan 3 rb untuk anak plus parkir 5 rb kita sudah bisa masuk ke dalam.
Goa Tabuhan tidak sebesar Goa Gong, hanya mulut goa saja yang besar tetapi ujungnya mengerucut dan akhirnya buntu didalam. Pengelolaan Goa Tabuhan tidak sebagus Goa Gong hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya lampu hias didalam Goa sehingga goa gelap gulita. Tapi kita bisa menyewa lampu senter ke guide dengan harga 5rb saja dan tips guide sukarela.
Konon goa tabuhan ini adalah tempat bertapa dari Sentot Prawirodirjo, seorang panglima perang di jaman Pangeran Diponegoro tahun 1825. Tetapi jauh sebelum itu goa ini sudah dihuni oleh manusia prasejarah ribuan tahun silam.
Bagi yang mau mendengarkan suara tabuhan mirip gamelan bisa membayar sebesar 150rb kepada guide, nanti anda akan bisa menikmati alunan musik dari stalaktit yang dipukul kurang lebih 6 lagu.
Minggu, 15 November 2015
Goa Tetes
Kabupaten Lumajang memiliki berbagai macam obyek wisata dengan panorama alam yang memukau dan masih alami. Keindahan pegunungan, pantai, danau serta obyek wisata lainnya bisa didapatkan di Lumajang. Salah Satu obyek wisata terkenal di Lumajang adalah Goa Tetes. Goa Tetes merupakan wisata goa yang menawarkan sebuah keeksotisan goa dengan stalagtit dan stalagmit yang beraneka ragam warna.
Goa Tetes terletak di desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo jarak tempuh dari kota Lumajang 55 Km ke sebelah Selatan, mudah dicapai dengan kendaraan roda dua / empat, satu jalur dengan obyek wisata Piket Nol, selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuruni tangga sepanjang 3 Km untuk sampai ke mulut goa, dengan medan yang cukup menantang tapi menyenangkan. Tak perlu khawatir jika merasa kelelahan karena di beberapa titik tertentu terdapat warung maupun tempat istirahat.
Panorama air terjun Goa Tetes patut dibilang sangat menakjubkan. Dengan perpaduan stalakmit dan stalaktit yang menawan, goa ini seakan-akan mampu menghipnotis siapa saja yang berkunjung ke sana. Dinamakan Goa Tetes karena memang di air terjun ini terdapat goa-goa yang sebagian besar di bawah air terjun sehingga dari dalam banyak air yang menetes.
Sepanjang jalur menuju ke Goa Tetes, kita juga bisa melihat deretan tebing dengan tanaman sulur hijau menawan. Di samping kanan kirinya juga terdapat air terjun yang indah. Bahkan keeksotikan Goa Tetes juga terlihat menakjubkan dengan perpaduan tebing lumut hijau dan tetesan air terjun. Sungguh menakjubkan!
Keunikan lainnya adalah tebing-tebing batu yang terbentuk di Goa Tetes berlapis belerang sehingga terlihat kuning keemasan. Apalagi dipadu dengan hijaunya lumut sehingga terlihat alami dan mengesankan.
Goa Maharani
Datang ke Goa Maharani, akan membuat kita benar-benar kagum atas kuasa Allah, dan makin menyadari kalo Allah itu Maha Besar. Goa Istana Maharani menyimpan keindahan alam lebih spesifik, memi¬Iiki keindahan di atas rata – rata goa wisata di Indonesia. Kabarnya sih goa ini memiliki kesejajaran dengan goa – goa wisata terkenal di Luar negeri seperti Goa Altamira di Spanyol, Goa Mammoth dan Carlsbad di’ Amerika Serikat serta Goa Coranche di Perancis. Kabarnya juga stalaktit dan stalagmit di goa Istana Maharani masih ‘hidup’ dan terus tumbuh. Pertumbuhanya mencapai kurang lebih 1 Cm per sepuluh tahun, agar kelestariannya tetap terjaga. Gua yang menyimpan sejuta keindahan ini berada dikedalaman 25 m dari permukaan tanah dengan rongga aku seluas 2500 m2. Stalaktit dan stalagmit yang tumbuh di dalam goa dapat memancarkan cahaya warna warni bila terkena cahaya (Maha Besar Allah yang telah menciptakan langit dan bumi).
Gua ini letaknya sangat strategis dan menarik karena terletak didekat pantai kurang lebih 500 m dan berada di tepi jalan Gresik-Tuban tepatnya di kecamatan Paciran Lamongan.
Sekilas tentang Goa Maharani :
Nama Istana Maharani, diberikan oleh Bupati Lamongan pada waktu itu, R. Mohamad Faried, SH sesuai dengan kecantikan sinarnya dan berdasarkan usulan salah seorang pekerja penemu goa atas mimpi istrinya. Goa Istana Maharani ditemukan oleh penggali tanah coral bahan phosphat dan pupuk dolomit yaitu tanggal 6 Agustus 1992. Luasnya kurang lebih 2. 500 m2 dengan kedalaman 25 m dari permukaa.n tanah. Nama maharani lahir dari impian istri Mandor penggali tanah. Malam sebelum ditemukanya goa dia bermimpi melihat cahaya bunga–bunga yang sangat indah berwarna–warni yang di jaga oleh dua ekor naga raksasa bermahkota. Dua ekor naga tersebut kini divisualkan berbentuk dua patung naga dengan dua burung garuda penjaga.
Nama Istana Maharani, diberikan oleh Bupati Lamongan pada waktu itu, R. Mohamad Faried, SH sesuai dengan kecantikan sinarnya dan berdasarkan usulan salah seorang pekerja penemu goa atas mimpi istrinya. Goa Istana Maharani ditemukan oleh penggali tanah coral bahan phosphat dan pupuk dolomit yaitu tanggal 6 Agustus 1992. Luasnya kurang lebih 2. 500 m2 dengan kedalaman 25 m dari permukaa.n tanah. Nama maharani lahir dari impian istri Mandor penggali tanah. Malam sebelum ditemukanya goa dia bermimpi melihat cahaya bunga–bunga yang sangat indah berwarna–warni yang di jaga oleh dua ekor naga raksasa bermahkota. Dua ekor naga tersebut kini divisualkan berbentuk dua patung naga dengan dua burung garuda penjaga.
Candi Badhut
Candi Badhut ditemukan oleh pakar arkeologi di tahun 1923. Candi yang juga disebut Candi Liswa ini berlokasi kurang lebih 5 km dari kota Malang, tepatnya di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi Badhut diduga diperkirakan dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Airlangga, yaitu masa dimulainya pembangunan candi-candi lain di Jawa Timur, dan diduga merupakan candi tertua di Jawa Timur.
Sebagian ahli purbakala berpendapat bahwa Candi Badhut dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Dalam Prasasti Dinoyo (tahun 682 Caka atau 760 M), yang ditemukan di Desa Merjosari, Malang, dijelaskan bahwa pusat Kerajaan Kanjuruhan adalah di daerah Dinoyo.
Prasasti Dinoyo sendiri saat ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Tulisan dalam prasasti juga menceritakan tentang masa pemerintahan Raja Dewasimba dan putranya, Sang Liswa, yang merupakan masa keemasan Kerajaan Kanjuruhan. Kedua raja tersebut sangat adil dan bijaksana serta dicintai rakyatnya. Konon Sang Liswa yang bergelar Raja Gajayana yang sangat senang melucu (bahasa Jawa: mbadhut) sehingga candi yang dibangun atas perintahnya dinamakan Candi Badhut. Walaupun terdapat dugaan semacam itu, sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat keterkaitan Candi Badhut dengan Raja Gajayana.
Selain usianya yang diduga jauh lebih tua, didasarkan pada keterkaitannya dengan Kerajaan Kanjuruhan, terdapat ciri khas lain yang membedakan Candi Badhut dari candi lain di Jawa Timur, yaitu pahatan kalamakara yang menghiasi ambang pintunya. Pada umumnya relief kepala raksasa yang terdapat di candi-candi Jawa Timur dibuat lengkap dengan rahang bawah, namun kalamakara yang terdapat di Candi Badhut dibuat tanpa rahang bawah, mirip dengan yang didapati pada candi-candi di Jawa tengah. Tubuh candi Badhut yang tambun juga lebih mirip dengan candi di Jawa Tengah. Candi ini juga memiliki kemiripan dengan Candi Dieng (di Jawa Tengah) dalam hal bentuk serta reliefnya yang simetris. Candi Badhut diyakini sebagai candi Syiwa, walaupun sampai saat ini belum ditemukan arca Agastya di dalamnya.
Bangunan yang terbuat dari batu andesit ini berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 m. Batur ini sangat sederhana, tanpa hiasan relief, membentuk selasar selebar sekitar 1 m di sekeliling tubuh candi. Di sisi kanan bagian depan batur terdapat pahatan tulisan Jawa (hanacaraka) yang tidak jelas waktu pembuatannya.
Tangga menuju selasar di kaki candi terletak di sisi barat, tepat di hadapan pintu masuk ke ruang utama di tubuh candi. Pada bagian luar dinding pengapit tangga terdapat ukiran yang sudah tidak utuh lagi, namun masih terlihat adanya pola sulur-sulur yang mengelilingi sosok orang yang sedang meniup seruling. Jalan masuk ke garba grha (ruang dalam tubuh candi) dilengkapi dengan bilik penampil sepanjang sekitar 1,5 m. Pintu masuk cukup lebar dengan hiasan kalamakara di atas ambang pintu.
Dalam tubuh candi terdapat ruangan seluas sekitar 5,53 x 3,67 meter2. Di tengah ruangan tersebut terdapat lingga dan yoni, yang merupakan lambang kesuburan bagi. Pada dinding di sekeliling ruangan terdapat relung-relung kecil yang tampaknya semula berisi arca.
Dinding candi dihiasi dengan relief burung berkepala manusia dan peniup seruling. Di keempat sisi tubuh candi juga terdapat relung-relung berhiaskan bunga dan burung berkepala manusia.Didinding luar sisi utara tubuh candi terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang tampak sudah rusak.
Di sisi selatan seharusnya terdapat arca Syiwa Guru dan di sisi timur seharusnya terdapat arca Ganesha. Keduanya sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Candi ini pernah dipugar di tahun 1925 – 1926, akan tetapi banyak bagian yang sudah hilang atau belum dapat dikembalikan ke bentuk asalnya. Atap bangunan utama, misalnya, saat ini sudah tidak ada di tempatnya. Hanya pelipit di sepanjang tepi atas dinding yang masih tersisa.
Di bagian barat pelataran, yaitu di sisi kiri dan kanan halaman depan bangunan candi yang yang sudah dipugar, terdapat fondasi bangunan lain yang masih belum dipugar. Masih banyak onggokan batu di sekeliling pelataran candi yang belum dapat di kembalikan ke tempatnya semula.
Candi Jago
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari Kota Malang. Candi Jago ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di Candi Jago ini. Dengan keseluruhan bangunan candi ini tersusun atas bahan batu andesit. Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras menjorok dan badan candi terletak di bagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka. Secara pasti bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bahwa bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda. Beberapa hiasan dan relief pada kaki candi berupa cerita Kunjarakarna. Cerita ini bersifat dedaktif dalam kepercayaan Buddha, antara lain dikisahkan tentang raksasa Kunjarakarna ingin menjelma menjadi manusia. Ia menghadap Wairocana dan menyampaikan maksudnya. Setelah diberi nasihat dan patuh pada ajaran Buddha, akhirnya keinginan raksasa terkabul. Hiasan pada badan Candi Jago tidak sebanyak pada kakinya. Yang terlihat pada badan adalah relief adegan Kalayawana, yang ada hubungannya dengan cerita Kresnayana. Relief ini berkisah tentang peperangan antara raja Kalayawana dengan Kresna. Sedangkan pada bagian atap candi yang dikirakan dulu dibuat dari atap kayu/ijuk, sekarang sudah tidak ada bekasnya.
Candi Penataran
Candi penataran adalah sebuah candi berlatar belakang hindu, letak candi ini berada desa panataran kecamatan ngelok kabupaten blitar. Candi ini merupakan satu-satunya candi yang terluas di jawa timur. Candi ini banyak dikunjungi dan tidak pernah sepi oleh pengunjung, setiap hari pasti ada yang berkunjung. anda harus menempuh jarak sekitar 12 km dari kota blitar, kira-kira memerlukan waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi.
Setelah anda sampai di candi, di pintu utama anda akan disambut oleh 2 orang penjaga pintu, warga blitar biasa mengenal dengan nama mbah bodo. Jika anda ingin bertanya-tanya mengenai candi penataran, anda bisa langsung bertanya kepada mbah bodo, atau jika anda ingin ditemani masuk pasti mbah podo akan mengantarkan anda. Saat anda mulai masuk, akan melihat keindahan alam di sekitar candi, pemandangannya sangat indah dan membuat anda terpesona. Suasana Candi Penataran juga sejuk dan nyaman, sehingga para pengunjung betah berlama-lama di candi ini. Candi penataran merupakan candi yang kaya dengan berbagai mcam relief, jadi di candi penataran anda bisa menjumpai arca dan struktur bangunan yang bergaya hindu.
Candi penataran dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan para raja, jadi di tempat ini sering dilakukan pemujaan. Saat anda berada di candi penataran anda bisa berfoto ditempat-tempat yang menurut anda indah, pasti sangat bagus hasilnya, anda bisa mengajak keluarga, saudara dan orang terkasih anda untuk berlibur di candi penatara, karena Suasana Candi Penataran sangat indah. Taman yang ada di candi penataran sangat bersih, rumputnya hijau dan terawat, sehingga menambah keindahan candi. Di sekitar candi juga tersedia souvenir atau oleh-oleh yang bisa anda beli, setelah anda berlibur pasti anda ingin membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang. Di sekitar candi sudah banyak penjual, jadi anda bebas memilih oleh-oleh yang akan anda bawa pulang. Jika anda membeli banyak, pasti anda akan diberi harga yang lebih murah.
Goa Gong
Goa Gong Pacitan di Jawa Timur adalah salah satu tempat wisata di Pacitan yang populer dan memegang predikat
sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Pesona Goa Gong Pacitan ini
bersumber dari panorama indah stalaktit dan stalagmit yang dapat Anda temui
tatkala menyusuri goa tersebut selama kurang lebih 2 jam.
Secara
geografis, Kabupaten Pacitan terletak di wilayah barat daya Jawa Timur, memiliki bentang alam yang tersusun
dari pengunungan kapur yang kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian.
Kandungan hara yang dimiliki tanah di wilayah Pacitan ini termasuk sedikit,
dengan demikian kriteria tanah di Pacitan tergolong gersang. Kontur
ketinggian tanah di wilayah Pacitan secara umum justru lebih membuka potensi
wisata alam, salah satunya Goa Gong Pacitan ini.
Goa Gong
secara administratif berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung,
berjarak sekitar 37 km arah barat dari pusat kota Pacitan. Objek wisata goa di Jawa Timur yang satu ini dikelilingi
oleh pegunungan, sebelah utara adalah gunung Manyar, sebelah selatan gunung
Karang Pulut, sebelah timur Gunung Gede, dan sebelah barat adalah gunung
Grugah. Keempat gunung ini adalah gunung non-aktif.
Candi Singosari
Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari kota Malang jaraknya sekitar 12 km, lokasinya tidak jauh dari pasar Singosari dan hanya sekitar 500 meter dari jalan raya Malang-Surabaya. Jadi untuk menuju Candi Singosari sangat mudah.Candi Singosari dibangun pada awal abad ke-14, bertepatan dengan upacara sraddha yaitu untuk memperingati 12 tahun setelah wafatnya Kertanegara, yakni raja Singosari terakhir yang wafat pada tahun 1292M. Memerintah Kerajaan Singosari dari tahun 1268-1292 M
Candi Singosari merupakan candi bersejarah peninggalan kerajaan Singhasari sebagai bagian dari candi Hindu & Budha. Candi Singosari ditemukan pada awal abad 18, yaitu sekitar tahun 1800-1850. Candi ini terdiri dari tumpukan batu andesit dengan bentuk bujur sangkar di bagian bawah dan badan candi pada bagian atasnya. Secara keseluruhan candi ini memiliki ketinggian 15 meter.
Pada dinding candi tidak banyak terdapat ukiran relief, tetapi ada ukiran relief terlihat menonjol yaitu pahatan kepala kala yang berada diatas pintu masuk dan di keempat sisi candi. Bentuknya menyeramkan dengan mulutnya yang bertaring menganga dan mata besarnya melotot tajam, seolah mengawasi setiap orang yang datang dan siap menjaga bangunan candi.Di bagian dalam Candi Singosari terdapat sebuah ruangan yang digunakan untukmenempatkan sebuah arca Lingga dan Yoni. Sedangkan pada tiap sisinya terdapat arca Ganesha di sebelah timur, arca Resi Agastya di sisi selatan, dan arca Durga di sisi sebelah utara, sayang arca-arca yang ada hanya tinggal arca Agastya, sedangkan yang lain sudah tidak ada.secara keseluruhan Candi Singosari sebenarnya sebuah komplek Candi, ada beberapa bagian diantaranya arca-arca yang posisinya ada di luar. Seperti Arca Dwarapala yang cukup besar, letaknya cukup jauh dari candi utama, bahkan sekarang lokasi di pisahkan jalan raya, posisinya ada di sebelah barat bangunan utama candi Singosari.
Tumpak Sewu
Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.
Rute untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini dapat melalui Kota Malang – Jawa Timur yang kira-kira memerlukan waktu 2 jam 30 menit dari Kota Malang menuju Lumajang melalui Bululawang - Dampit - Tirtomoyo - Pronojiwo, kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini. Sama halnya seperti menuju lokasi Air Terjun Goa Tetes, rute menuju Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dapat dilalaui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Medan menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) masih terbilang sulit dan terjal pasalnya wisata ini tergolong baru di Kab. Lumajang dan untuk wisatawan dimohon untuk berhati-hati dan menaati peraturan yang telah diterapkan oleh pengelola tempat wisata karena Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini sudah memakan korban jiwa. Dahulu, sebelum wisata air terjun Tumpak Sewu dibuka, Goa Tetes merupakan satu-satunya destinasi wisata di lokasi ini.
Pemandangan dari atas maupun dari bawah akan terlihat sama indahnya untuk memandangi Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, trip-er semua harus ekstra hati-hati bila ingin turun karena medannya sangat licin dan berbahaya, jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sedang mendung atau sudah sore. Trip-er semua masih bisa menyaksikan pemandangan Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dari atas yang juga tidak kalah keren. Bener-bener seperti “Serpihan Surga” di bumi Lumajang.
Air Terjun Nglirip
Air Terjun Nglirip atau dikenal dengan nama Grajagan Nglirip oleh masyarakat sekitar memiliki ketinggian kira-kira 30 meter dan lebar 28 meter dengan air yang jernih mengalir begitu derasnya. Dibalik air terjun juga akan ditemui sebuah goa yang cukup besar yang konon sering dipakai semedi untuk mencari ilmu.
Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.
Terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.
Berjarak sekitar 36 km dari pusat kota Tuban. Letaknya pun tak jauh dari jalan raya yang sudah beraspal sehingga tidak sulit untuk mencapinya baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jenis colt.
Sumber mataair air terjun ini berasal dari beberapa sumber air di daerah Hutan Krawak yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi dan menyatu di sebuah bangunan dam yang berada di atas air terjun.
Terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur.
Berjarak sekitar 36 km dari pusat kota Tuban. Letaknya pun tak jauh dari jalan raya yang sudah beraspal sehingga tidak sulit untuk mencapinya baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum jenis colt.
Coban Rondo
Coban Rondo merupakan salah satu potensi wisata alam yang dimiliki kawasan Malang, tepatnya berada di Desa Pandesari, Kec. Pujon, Kab. Malang, Propinsi Jawa Timur. Disini hawanya sejuk dan bahkan bisa di katakan dingin untuk Anda yang kurang terbiasa dengan suhu dingin.
Air Terjun Coban Rondo mempunyai ketinggian kurang lebihnya sekitar 84 m dan terdapat di ketinggian 1.135 meter jika dari permukaan air laut. Airnya berasal dari sebuah sumber yang terdapat di Cemoro Dudo, kawasan lereng Gunung Kawi dengan kapasitas air 150 liter tiap detik ketika musim hujan dan sekitar 90 liter tiap detik sewaktu musim kemarau. Curah hujan rata-rata adalah 1.721 mm/th, bulan basah pada bulan November sampai dengan bulan Maret dan untuk bulan kering pada bulan April sampai dengan bulan Oktober dengan suhu rata-rata lebih dari - 22°C.
Sebelum namanya menjadi Coban Rondo, sebenarnya di atasnya lagi terdapat air terjun kembar yang sering disebut dengan nama Coban Manten. Kemudian mengalir ke bawah lagi, air terjun itu menjadi satu dengan Coban Dudo. Uniknya lagi, Coban Dudo tersebut yang mengalir ke bawah lagi sehingga menjadi Coban Rondo. Dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata di Malang yang cukup populer.
Air Terjun Coban Rondo mempunyai ketinggian kurang lebihnya sekitar 84 m dan terdapat di ketinggian 1.135 meter jika dari permukaan air laut. Airnya berasal dari sebuah sumber yang terdapat di Cemoro Dudo, kawasan lereng Gunung Kawi dengan kapasitas air 150 liter tiap detik ketika musim hujan dan sekitar 90 liter tiap detik sewaktu musim kemarau. Curah hujan rata-rata adalah 1.721 mm/th, bulan basah pada bulan November sampai dengan bulan Maret dan untuk bulan kering pada bulan April sampai dengan bulan Oktober dengan suhu rata-rata lebih dari - 22°C.
Sebelum namanya menjadi Coban Rondo, sebenarnya di atasnya lagi terdapat air terjun kembar yang sering disebut dengan nama Coban Manten. Kemudian mengalir ke bawah lagi, air terjun itu menjadi satu dengan Coban Dudo. Uniknya lagi, Coban Dudo tersebut yang mengalir ke bawah lagi sehingga menjadi Coban Rondo. Dan sekarang menjadi salah satu tempat wisata di Malang yang cukup populer.
Kawah Ijen
Wisata alam di Jawa Timur yang tak kalah mempesonanya dari Gunung Bromo adalah Kawah Ijen. Kawah Ijen – atau Gunung Ijen – terletak di tiga kabupaten, yaitu: Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi. Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang. Para pengunjung dapat melihat para penambang membawa tumpukan belerang melewati jalan yang curam dan dipenuhi gas beracun. Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah yang terbesar di dunia. Danau kawah ini memiliki keindahan yang sungguh memukau dengan warnanya yang hijau tosca dan api biru. Panorama memikat ini dapat disaksikan di malam hari hingga menjelang subuh. Di balik keindahannya, danau kawah ini pun menyimpan bahaya. Danau dengan kedalaman 200 meter ini memiliki derajat keasaman nol yang dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.
Gunung Semeru
Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa, secara geografis letak gunung ini berada di dua wilayah administratif, yaitu wilayah Kab Malang dan Lumajang. Dengan posisi antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.Gunung Semeru memiliki puncak ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Mahameru adalah sebutan untuk puncaknya dan Jonggring Saloko adalah nama kawahnya.Gunung Semeru adalah gunung jenis stratovolcano aktiv yang berada didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kawasan ini berada dilahan seluas 50.273,3 Hektar. selain keindahan panorama alamnya, taman nasional ini juga kaya akan budaya (suku tengger). Inilah yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.Tanah tertinggi di pulau Jawa, Ranu Kumbolo, Soe Hok Gie, dan Film 5 cm. mungkin inilah beberapa kata yang terlintas dalam pikiran saat ini ketika kamu mendengar kata “Semeru”. Kata-kata itu seolah memiliki daya magnet tersendiri bagi pendengarnya yang tidak hanya terbatas pada kelompok pencinta alam maupun traveller.
Gunung Bromo
Wisata Gunung Bromo adalah destinasi wisata yang dikenal luas, baik dari wisatawan domestik maupun para penikmat perjalanan dari mancanegara. Gunung Bromo memiliki karakter alam yang menawan, hamparan lautan pasir yang luas, udara segar, dan berhawa dingin. Inilah yang membuat wisata Gunung Bromo disukai para wisatawan. Di puncak Bromo, Anda dapat mendapatkan pemandangan matahari terbenam (sunset), salah satu yang paling memikat di Indonesia.Gunung Bromo adalah salah satu bagian yang membentuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, memiliki ketinggian 2.392 meter dpl. Gunung ini merupakan gunung api aktif, dikeliling lautan pasir seluas 10 km2. Secara administratif, Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur dan masuk ke dalam empat teritori pemerintah daerah, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.Satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2º hingga 20º Celcius. Kondisi ini adalah bagian unik yang ada di salah satu tempat paling menarik di Jawa Timur ini. Waktu terbaik untuk mengambil perjalanan wisata ke Gunung Bromo adalah pada medio Juni – Oktober. Periode bulan ini adalah musim kemarau di daerah Gunung Bromo.
Sabtu, 14 November 2015
Madakaripura
Air Terjun Madakaripura adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 200 m dan berbentuk ceruk yang dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi yang meneteskan air membentuk tirai pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Ada sekitar lima terjunan air di lokasi ini dengan air terjun utama berada di ujung sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 25 m.
Di balik air terjun utama terdapat sebuah goa dimana untuk mencapainya sangat sulit karena harus melewati kolam air seluas 25 m2 yang ada tepat di bawah air terjun tersebut. Kedalaman kolam ini sekitar 7 m dan memiliki arus air yang sangat deras.
Menurut penduduk setempat nama Madakaripura berarti ‘tempat terakhir’ yangdiambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di lokasi air terjun ini (di sebuah goa di air terjun utama tersebut). Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.
Di balik air terjun utama terdapat sebuah goa dimana untuk mencapainya sangat sulit karena harus melewati kolam air seluas 25 m2 yang ada tepat di bawah air terjun tersebut. Kedalaman kolam ini sekitar 7 m dan memiliki arus air yang sangat deras.
Menurut penduduk setempat nama Madakaripura berarti ‘tempat terakhir’ yangdiambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di lokasi air terjun ini (di sebuah goa di air terjun utama tersebut). Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.
Bukit Jamur
Wisata Bukit jamur kali ini adalah tempat wisata yang unik, Desa Bungah Gresik selain terkenal sebagai Desa pengrajin kopyah dan rebananya yang penuh dengan cerita sejarahnya. juga terkenal dengan wisata alamnya yang unik, yaitu adanya batu berbentuk jamur.
Tempatnya berada di bagian utara desa bungah. batu itu disebut sebagai bukit jamur. Karena bentuknya yang menyerupai jamur dan daerah sekitarnya banyak terdapat bukit - bukit kapur yang terbentuk akibat sisa-sisa penggalian batu kapur.
Puncak tertinggi batu jamur tersebut mencapai sekitar 7 meter dan diperkirakan batu jamur itu terbentuk akibat abrasi selama bertahun-tahun hingga membuatnya tampak terlihat seperti sekarang.
Batu jamur itu pun menjadi tempat yang unik dan menarik bagi masyarakat sekitar.
Bahkan, banyak juga kunjungan warga asing demi menikmati keindahan bukit jamur tsb.
Pantai Tiga Warna
Pantai Tiga Warna masih dalam satu kawasan dengan Pantai Sendang Biru tepatnya di Desa Tambakrejo, Kabupaten Malang. Pantai ini tergolong sebagai pantai baru di daerah Malang karena baru diresmikan sebagai tempat wisata pertengahan tahun 2014. Disarankan untuk membawa kendaraan pribadi bila berkunjung ke sini karena akses jalan & transportasi umum belum sempurna.
Anda hanya perlu membayar 6.000 Rupiah per orang untuk menikmati keindahan pantai ini dan juga Anda harus menyewa guide untuk sampai di pantai ini. Salah satu kegiatan yang dapat Anda lakukan di sini adalah snorkeling. Masih banyak terumbu karang alami yang mendiami laut pantai ini. Hal ini karena Pantai Tiga Warna merupakan lokasi konservasi terumbu karang. Biaya untuk menyewa peralatan snorkeling hanya 15.000 Rupiah saja per orang.
Pantai Klayar
Pantai klayar berlokasi di Kecamatan
Donorojo. Tempat wisata alam di Jawa Timur ini terbilang masih alami, sehingga
jalanan menuju pantai ini cukup sulit. Pantai Klayar adalah salah satu objek
wisata ungulan di Pacitan. Keistimewaan Pantai Klayar selain
pasirnya yang seputih susu, di sini terdapat batu karang yang bentuknya
menyerupai Spinx dan air mancur alami dengan ketinggian mencapai 10 meter.
Batuan karang yang ada di Pantai Klayar ini juga sering disamakan dengan karang
di Tanah Lot, Bali.
Pantai Pulau Merah
KABUPATEN Banyuwangi di Jawa Timur memiliki Pantai Pulau Merah. Pantai ini memiliki kelebihan dibandingkan G-land yaitu tidak memiliki banyak batu karang seperti di Plengkung sehingga Pantai Pulau Merah lebih aman bagi peselancar termasuk pemula. Pantai ini memiliki ciri khas lain yaitu adanya sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai yang mirip seperti pantai di Brasil.
Pantai Pulau Merah mirip Pantai Kuta di Bali namun ombaknya lebih bergulung (hingga setinggi dua meter dan panjang 300 meter) di mana itu memungkinkan peselancar melakukan manuver dengan teknik tubes. Ombak di Pantai Pulau merah dipastikan bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir maupun profesional karena memiliki ketingian rata-rata dua meter. Hal ini berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya lebih banyak dinikmati peselancar profesional.
Nama Pulau Merah sebelumnya adalah Pantai Ringin Pitu. Pergantian namanya menjadi Pulau Merah didasari dua versi. Ada yang mengatakan karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dari pulau setinggi 200 meter itu. Sebagian lagi menyebutkan, konon dari Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya (sekitar 100 meter) itu dahulunya pernah terpancar cahaya merah sehingga warga sekitar menamainya Pulau Merah.
Daya tarik lain dari pantai ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan desa nelayan Pancer. Anda dapat pula memanfaatkan rumah warga untuk menginap, merasakan keramahan dan kesahajaan nelayan akan menjadi pengalaman berbeda dari biasanya.
Dalam setahun, Mei hingga Desember adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Pantai Pulau Merah. Saat itu pun cuaca terbilang ideal untuk berselancar. Meski Anda tidak bisa berselancar maka menyaksikan para peselancar beraksi sudah cukup menghibur. Antara Januari hingga April kondisi ombak belum ideal untuk kegiatan berselancar namun keindahan pantai ini sudah lebih dari cukup untuk memuaskan rasa haus akan pantai indah.
Anda dapat menyewa papan selancar bila sudah meneguhkan diri ingin mencoba atraksi menunggang ombak. Akan tetapi bila belum cukup berani dapat menikmati senja yang menawan dengan langit merah turun melalui sederetan bukit di sebelah barat pantai.
Saat Anda berkeliling sekitar Pantai Pulau Merah maka dapat mengarahkan tujuan ke Pura Tawang Alun. Pura umat Hindu ini telah lama berdiri sejak 1980 dan sering dikunjungi umat Hindu dari Bromo dan Bali. Saat tsunami terjadi tahun 1994, pura ini terkena dampaknya sehingga tembok luar pura hancur namun bagian dalam pura (pelinggih padmasana) tidak mengalami kerusakan berarti. Saat itu ombak raksasa setinggi 13 meter menyapu rumah-rumah warga beserta bangunan lainnya di kawasan termasuk pura ini.
Apabila Anda sering kali melihat warga sekitar berjalan atau berkendara dengan mengenakan pakaian khusus berwarna hijau terang maka mereka itu adalah pekerja tambang emas. Sebuah perusahaan tambang mengelola sumber daya di sekitar pantai ini. Warga sekitar lebih banyak tidak menerima beroperasinya pertambangan di wilayah ini karena dianggap limbahnya mengotori laut.
Pantai Pulau Merah yang termasuk bagian dari rangkaian pantai di selatan Jawa Timur bisa ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor dari Kota Banyuwangi atau sekira 60 km. Lokasinya berada dekat dengan pemukiman penduduk di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Akses jalan ke tempat ini terbilang mulus sehingga menjadikannya tujuan wisata warga Banyuwangi. Manfaatkan jasa kendaraan sewaan dari Bandara Belimbingsari untuk memudahkan perjalanan Anda karena memang tidak banyak kendaraan umum ke arah pantai ini.
Pantai Pulau Merah mirip Pantai Kuta di Bali namun ombaknya lebih bergulung (hingga setinggi dua meter dan panjang 300 meter) di mana itu memungkinkan peselancar melakukan manuver dengan teknik tubes. Ombak di Pantai Pulau merah dipastikan bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir maupun profesional karena memiliki ketingian rata-rata dua meter. Hal ini berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya lebih banyak dinikmati peselancar profesional.
Nama Pulau Merah sebelumnya adalah Pantai Ringin Pitu. Pergantian namanya menjadi Pulau Merah didasari dua versi. Ada yang mengatakan karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dari pulau setinggi 200 meter itu. Sebagian lagi menyebutkan, konon dari Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya (sekitar 100 meter) itu dahulunya pernah terpancar cahaya merah sehingga warga sekitar menamainya Pulau Merah.
Daya tarik lain dari pantai ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan desa nelayan Pancer. Anda dapat pula memanfaatkan rumah warga untuk menginap, merasakan keramahan dan kesahajaan nelayan akan menjadi pengalaman berbeda dari biasanya.
Dalam setahun, Mei hingga Desember adalah waktu terbaik untuk menikmati keindahan Pantai Pulau Merah. Saat itu pun cuaca terbilang ideal untuk berselancar. Meski Anda tidak bisa berselancar maka menyaksikan para peselancar beraksi sudah cukup menghibur. Antara Januari hingga April kondisi ombak belum ideal untuk kegiatan berselancar namun keindahan pantai ini sudah lebih dari cukup untuk memuaskan rasa haus akan pantai indah.
Anda dapat menyewa papan selancar bila sudah meneguhkan diri ingin mencoba atraksi menunggang ombak. Akan tetapi bila belum cukup berani dapat menikmati senja yang menawan dengan langit merah turun melalui sederetan bukit di sebelah barat pantai.
Saat Anda berkeliling sekitar Pantai Pulau Merah maka dapat mengarahkan tujuan ke Pura Tawang Alun. Pura umat Hindu ini telah lama berdiri sejak 1980 dan sering dikunjungi umat Hindu dari Bromo dan Bali. Saat tsunami terjadi tahun 1994, pura ini terkena dampaknya sehingga tembok luar pura hancur namun bagian dalam pura (pelinggih padmasana) tidak mengalami kerusakan berarti. Saat itu ombak raksasa setinggi 13 meter menyapu rumah-rumah warga beserta bangunan lainnya di kawasan termasuk pura ini.
Apabila Anda sering kali melihat warga sekitar berjalan atau berkendara dengan mengenakan pakaian khusus berwarna hijau terang maka mereka itu adalah pekerja tambang emas. Sebuah perusahaan tambang mengelola sumber daya di sekitar pantai ini. Warga sekitar lebih banyak tidak menerima beroperasinya pertambangan di wilayah ini karena dianggap limbahnya mengotori laut.
Pantai Pulau Merah yang termasuk bagian dari rangkaian pantai di selatan Jawa Timur bisa ditempuh dalam waktu tiga jam menggunakan kendaraan roda empat atau sepeda motor dari Kota Banyuwangi atau sekira 60 km. Lokasinya berada dekat dengan pemukiman penduduk di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Akses jalan ke tempat ini terbilang mulus sehingga menjadikannya tujuan wisata warga Banyuwangi. Manfaatkan jasa kendaraan sewaan dari Bandara Belimbingsari untuk memudahkan perjalanan Anda karena memang tidak banyak kendaraan umum ke arah pantai ini.
Pantai Papuma
Pantai Papuma terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Perjalanan dari kota Jember ke Pantai Papuma bisa memakan waktu yang cukup lama, sehingga disarankan bagi Anda untuk menginap semalam di sini. Pihak pengelola telah menyediakan beberapa penginapan dan cottage dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar 150.000 – 450.000 Rupiah per malam. Harga tiket masuk ke pantai ini sendiri 5.000 sampai 7.000 Rupiah.
Pantai Papuma memiliki pemandangan yang sangat indah. Perpaduan antara pasir putih serta batu karang yang menyebar di tepi pantai. Salah satu ciri khas dari Pantai Papuma adalah tujuh karang besar yang menjulang di pantai. Ukurannya yang besar membuat karang-karang ini menyerupai sebuah pulau. Ketujuh karang ini juga memiliki nama masing-masing. Di sini Anda bisa merasakan sensasi terpaan ombak dari atas karang. Pantai ini juga sering dijadikan sebagai lokasi foto prewedding ataupun landscape oleh para fotografer dari berbagai kota.
Pantai Papuma memiliki pemandangan yang sangat indah. Perpaduan antara pasir putih serta batu karang yang menyebar di tepi pantai. Salah satu ciri khas dari Pantai Papuma adalah tujuh karang besar yang menjulang di pantai. Ukurannya yang besar membuat karang-karang ini menyerupai sebuah pulau. Ketujuh karang ini juga memiliki nama masing-masing. Di sini Anda bisa merasakan sensasi terpaan ombak dari atas karang. Pantai ini juga sering dijadikan sebagai lokasi foto prewedding ataupun landscape oleh para fotografer dari berbagai kota.
Langganan:
Komentar (Atom)



















